Select Page

EEPIS Online – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Dua mahasiswa PENS, berhasil menjadi perwakilan Indonesia pada 1st Batch Technical and Vocational Education and Training (TVET) Student Internship Exchange di The Eastern Technological College (E-TECH) Thailand. Program ini merupakan bertuk kerjasama The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dengan beberapa perguruan tinggi di Asia Tenggara, salah satunya PENS. Rabu, (10/1) keduanya berkesempatan mengikuti upacara rutin E-TECH yang disiarkan secara langsung melalui Facebook Live.   

Pada momen upacara rutin tersebut, turut hadir 3 mahasiswa Indonesia yakni Muhammad Iskandar Dzulqornain dan Liem,William Kathina Hatta dari PENS serta Rosihan dari Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer (STIKI) Malang. Ketiganya berkesempatan memperkenalkan diri kepada seluruh civitas akademika E-TECH. Hal tersebut juga bertujuan sebagai upacara penyambutan, karena selama satu bulan kedepan ketiganya akan mengenyam pendidikan di E-TECH. Diakhir upacara, terdapat pula sesi pemberian cindera mata dari pihak E-TECH kepada ketiga mahasiswa tersebut. 

Keikutsertaan Muhammad Iskandar dan Liem,William merupakan salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan SEAMEO dengan PENS. Keduanya merupakan mahasiswa yang lolos seleksi internal PENS, serta seleksi lanjutan dari pihak SEAMEO dan E-TECH. Kegiatan kali ini, merupakan student exchange perdana yang diselenggarakan oleh SEAMEO untuk mahasiswa di Asia Teanggara. "Awalnya ada pemberitahuan dari PENS kalau ada tawaran buat seleksi student exchange, terus saya coba. Setelah beberapa seleksi, alhamdulillah lolos," tutur Muhammad Iskandar.

"Disini, kita tidak hanya belajar akademik saja, yang kita dapat lebih dari itu. Banyak kenal orang-orang baru juga," tutur Liem,William. Ia menuturkan bahwa, mahasiswa student exchange disana, dikenalkan dengan berbagai kebudayaan dan tradisi, serta sistem pendidikan di Thailand. "Harapannya, kita bisa membawa nama baik PENS agar dikenal dunia. Kita kan juga sampai 5 Februari disini, pasti banyak interaksi dengan orang baru, tentunya kita harus menjaga nama baik Indonesia," ungkap Muhammad Iskandar. Mereka berharap, kedepannya lebih banyak lagi mahasiswa PENS yang mendapat kesempatan student exchange di negara-negara lain.(tts/meg)