Select Page

EEPIS Online – Dalam satu minggu ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengadakan Pekan PENS Sehat. Pekan PENS sehat inipun terbagi menjadi beberapa kegiatan. Diantaranya, Senin (6/10) bertempat di Hall Gedung D4 PENS terlihat kerumunan mahasiswa yang turut hadir dalam aksi donor darah. Kegiatan donor darah ini diprakarsai oleh Departemen Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA) dan didukung sebanyak 12 orang dari Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya. 

Pendonoran darah yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini, ditujukan kepada seluruh civitas PENS. Prosesi pendonoran darah diawali dengan registrasi dan pemberian konsumsi. Kemudian pengecekan kartu donor darah ditambah dengan beberapa pertanyaan seputar keseharian. Seperti berapa lama waktu tempuh istirahat dimalam hari, berat hingga tinggi badan, serta riwayat penyakit yang pernah diderita. Pengecekan kapasitas darah pun juga dilakukan demi kebaikan dan tidak membahayakan penerima darah nantinya.

Pemeriksaan ini memakan waktu sekitar 5-10 menit setiap orangnya. Darah yang dinyatakan aman, akan disimpan dengan baik. Pada kesempatan ini, anggota PMI Surabaya ini menargetkan sebanyak 100 kantong darah terisi. “Untuk kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kami. Disini kami memfasilitasi mahasiswa PENS yang ingin mendonorkan darahnya dan juga agar dapat membantu orang yang membutuhkan,” tutur Deviyanti Hutari selaku ketua pelaksana.

Kegiatan ini sangat menarik perhatian dosen, mahasiswa, maupun karyawan di PENS. Mereka turut hadir dan mendonorkan darahnya. Sayangnya, banyak juga mahasiswa yang gagal mendonorkan darahnya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak lolos dalam persyaratan menjadi pendonor. Dimana calon pendonor harus memiliki tensi darah yang normal dan berat badan minimal 45 kg. Selain itu, kegiatan sehari-hari yang padat juga menyebabkan kurangnya waktu istirahat dan tidur menjadi alasan ditolaknya beberapa mahasiswa PENS dalam melakukan pendonoran darah.

Kegiatan ini berlangsung cukup singkat. Pukul 13.00 WIB anggota PMI segera bergegas untuk kembali dan membawa kantong-kantong darah ke labolatorium untuk pengecekan lebih lanjut. “Dengan pengadaan kegiatan rutin ini saya berharap kedepannya semakin banyak mahasiswa yang bida mendonorkan darah dan dapat menumbuhkan jiwa sosial dikalangan mahasiswa,” imbuh Deviyanti Hutari.(umi/meg)